Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!
Posted on by seoadmin

Tata Cara Memainkan Judi Bola Online

Tata Cara Memainkan Judi Bola Online

Dalam permainan judi bola, kita akan familiar dengan istilah menang, kalah, dan seri. Ada juga istilah Judi Arisan Liga, Judi dengan Voor/ Leg, dan Key. Sejumlah istilah di atas umumnya dikenal sistem bola mati dan sistem bola jalan. Sistem bola mati sendiri adalah suatu kondisi di mana petaruh harus memastikan taruhannya sebelum laga dimulai, sedang sistem bola jalan adalah suatu sistem permainan judi online di mana petaruh dapat terus memasang taruhannya dari menit ke menit selama laga tengah berlangsung.

Tata Cara Memainkan Judi Bola Online

Taruhan akan dianggap sah saat bola sedang dimainkan dan petaruh tidak boleh memasang taruhan ketika pemain akan melakukan tendangan pojok, tendangan bebas, dan tendangan penalti. Selain kedua sistem di atas, ada juga permainan judi bola online yang berdasarkan syarat-syarat tertentu yang umumnya menggunakan istilah Leg dan Voor.

Leg merupakan gambaran di mana kedua tim yang akan bermain sama-sama kuat dan tangguh. Beberapa tim yang dianggap tangguh antara lain Jerman, Brazil, Itali, Belanda, dan Inggris. Jika salah dua tim tersebut bermain, maka petaruh sebaiknya menggunakan metode Leg. Misalnya pun ada tim yang diunggulkan oleh ‘pasar’ taruhan, biasanya akan diberlakukan Key, yaitu beban Kredit yang berupa persentase. Besaran persentase berbeda untuk tiap bandar. Berbeda dengan metode Leg, Voor ¼ merupakan sebuah metode di mana setengah nilai taruhan akan diberikan kepada pihak lawan jika hasil pertandingan seri. Sebagai contoh: Anda bertaruh 1 juta untuk pertandingan Brazil vs Amerika  di mana Amerika  diberikan voor ¼. Jika hasilnya seri, pihak yang memilih Brazil otomatis akan kalah dan harus menyerahkan setengah nilai taruhannya ke pihak lawan. Sebaliknya, pihak yang mendukung Amerika berhak mendapatkan setengah nilai taruhan dari pendukung Brazil. Namun jika hasilnya tak seri, mislanya Brazil menang, maka pihak pendukung Brazil akan mendapatkan 1 juta penuh dari pendukung Amerika. Demikian juga jika Amerika menang, maka pendukung Brazil harus menyerahkan 1 juta kepada pendukung Amerika.

Berbeda lagi dengan metode Voor ½. Metode yang satu ini memungkinkan menang, kalah, dan seri akan mendapat uang taruhan secara penuh. Misalnya, Anda bertaruh untuk Inggris sebesar 1 juta dengan kawan Anda yang mendukung Swedia. Jika Inggris menang dengan selisih 1 gol, Anda akan mendapatkan uang taruhan secara penuh dari kawan Anda. Lain lagi jika Swedia berhasil bermain imbang/ seri atau bahkan kalahkan Inggris, kawan Anda akan mendapatkan 1 juta dari Anda. Voor ¾ : keuntungan petauh skor dengan selisih satu gol, maka petaruh akan mendapatkan setengah dari uang taruhan lawan. Contoh: Anda memasang taruhan 1 juta untuk Itali yang sedang melawan Australia. Jika ada 1 selisih gol untuk Itali di akhir laga, Anda berhak mendapatkan 500 ribu dari lawan Anda. jika selisih terdapat 2 selisih gol untuk Itali, Anda berhak mendapatkan 1 juta dari lawan Anda. Begitu juga sebaliknya; jika Australia menang dengan selisih 1 goal dari Itali, Anda wajib memberikan 500 ribu Anda kepada lawan taruhan Anda. Beda lagi jika selisih goal 2 untuk Australia, Anda wajib serahkan 1 juta kepada lawan Anda.

Voor 1 artinya kemenangan untuk tim yang menang dengan selisih 2 gol. Contoh:  Anda memasang taruhan sebesar 1 juta untuk Perancis yang saat itu bertanding melawan Mesir. Ternyata hasil skor akhirnya 1-0 untuk Perancis (hanya selisih 1 poin saja, jadi dianggap seri dalam permainan judi dengan sistem voor 1). Jika selisih skor akhir hanya 1, tidak ada uang taruhan yang harus dibayarkan. Berbeda jika selisih skor akhirnya mencapai 2 atau lebih untuk Perancis. Jika demikian, Anda memenangkan 1 juta dari lawan taruhan Anda. Bagaimana jika skor imbang? Petaruh untuk tim Mesir (lawan Anda) berhak mendapatkan uang taruhan dari Anda sebesar 1 juta.

Metode Voor terbilang panjang. Setelah voor 1, ada juga voor-voor yang lainnya seperti voor 1 ¼, voor 1 ½, voor 1 ¾, voor 2, voor 2 ¼, dan seterusnya. Aturanya kurang lebih sama dengan aturan-aturan di atas.